Laman

Kamis, 19 Mei 2011

PANTULAN HATI

Suatu hari Su Dong Bo berlatih meditasi dengan posisi duduk saling berhadapan dengan gurunya.
Setelah meditasi,  Su Dong Bo bertanya pada gurunya,
" Guru bagaimana tampakku ketika lagi bermeditasi?"

Sang Guru, " Wah kamu tampak tenang, hening, berwibawa, seperti Budha"
Mendengar itu Su Dong Bo senang sekali,
lalu bertanya, " Guru pingin tau bagaimana tampak guru ketika lagi meditasi ?"
Sang Guru, " Benar juga, bagaimana tampak guru?"
Su Dong Bo, " Guru tampak bagai seonggokan kotoran sapi"
Mendengar jawaban muridnya yang kasar, sang Guru sama sekali tidak marah, hanya menerima dengan senyuman.

Sekembali ke rumah Su Dong Bo bercerita penuh semangat pada adiknya, " Dik selama ini aku selalu  kalah berdebat dengan guru.
Tapi hari ini aku menang mutlak, guru kubuat bungkam bagai orang bisu."

Sang adik, " O ya? Bagaimana bisa? Apa yang terjadi?"
Su Dong Bo, " Guru berkata sewaktu bermeditasi aku tampak berwibawa seperti Budha! Dan ketika guru bertanya bagaimana tampak beliau kala bermeditasi? Kujawab guru bagai seongggokan kotoran sapi, guru langsung terdiam tak berkutik. Haa ha haha."

Sang adik, " Kakak kasihan kamu. Hari ini kamu benar-benar kalah mutlak!."
Su Dong Bo, " Lho kog bisa?"

Adik, " Hati guru ada Budha maka guru melihat kamu bagai Budha. Sedangkan hatimu penuh kotorna sapi maka di matamu guru bagaikan kotoran sapi!"
Hati-hatilah, fenomena diluar selalu merupakan pantulan fenomena dari hati kita.
Hati yang dibungkus kebodohan akan memandang bodoh semua orang.


Sabtu, 14 Mei 2011

NASEHAT SOMBONG

Saudaraku,
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua,
benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.

Ditingkat pertama,
sombong disebabkan oleh faktor materi.
Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Ditingkat kedua,
sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan.
Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Ditingkat ketiga,
sombong disebabkan oleh faktor kebaikan.
Kita sering memnganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik ..............
Semakin tinggi tingkat kesombongan,
semakin sulit pula kita mendeteksinya.

Sombong karena materi sangat mudah terlihat,
namun sombong karena pengetahuan,
apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus didalam batin kita.

Cobalah setiap hari, kita memeriksa hati kita.
Karena setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan,
semua karena anugrah Tuhan.

 

SOMBONG

Sombong,
Seorang pria bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan.
Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras.

Pria itu bertanya,
"Apa yang sedang Anda lakukan?"

Sang Guru menjawab,
"Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasehat.
Saya memberikan banyak nasehat yang bermanfaat bagi mereka.
Mereka pun tampak puas sekali.

Namun,
setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat.

Kesombongan saya mulai bermunculan.
Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya."