Laman

Sabtu, 24 Agustus 2013

Type Pekerja yang tidak puas penghasilannya dan sama-sama memutuskan PHK

Type A :
Ingin mendapatkan Rumah, uang tidak cukup, meminta pekerjaan tambahan, memohon diberikan pekerjaan yang membuat bos rela membelikan rumah, tidak diberikan, memilih mundur PHK.

Type B :
Ingin mendapatkan Rumah, uang tidak cukup, marah pada bos, sumpah serapah, diberikan kesempatan pekerjaan baru menolak, memilih mundur PHK

Karyawan biasa yang berontak :

Bos Bingung cari karyawan baru, karyawan mulai meninggalkan Perusahaan karena dianggap tidak fair memberikan gaji kecil tanpa meminta dinaikkan gaji, tanpa merasa sayang sdh bekerja lama.

Bos Bingung memecat karyawan, karyawan demo minta diakui sebagai karyawan tetap karena sdh lama bekerja, minta gaji dinaikkan.

Kesimpulan : apapun itu idenya, tergantung melogikakan semua ada pembenarannya.

Selasa, 06 Agustus 2013

Tips Sewa Menyewa

6 Agustus 2013
Konflik menguras pikiran.
Belajar memperluas zona nyaman.
Berhubungan dengan sewa menyewa rumah menggunakan notaris.
Notaris dari pihak menyewakan.
Kronologis,
28 Juli 2013 survey rumah.
Suasana keramahan terjalin, mengamati kondisi umum rumah, tampak terjaga dengan baik.
Ada tumpukan kaleng cat.
tampak beberapa tembok dan kusen tercat baru.
bertanya-tanya apakah ada masalah dengan rumah ini sebelumnya?
Menanyakan apakah rumah ini ada rayap?
mendapatkan jawaban sdh dichek tukang tidak ada.
menanyakan ada banjir? dijawab ya tapi masuk sedikit. itu juga waktu Jakarta banjir besar kemarin, sebelum-sebelumnya tidak.
Memperhatikan sekeliling, tampak bagian depan rumah tidak dicat sempurna, masih ada bekas-bekas meuble yg menempel didinding,
rasa percaya dan curiga bersatu, percaya karena melihat tidak semua dicat, mengartikan kondisi apa adanya, mungkin sebagian dicat agar orang mau menyewa dan mungkin dana tidak banyak.
31 Juli 2013
Menandatangani kontrak di depan notaris.
3 Agustus 2013
Mengambil dan serah terima kunci dan surat perjanjian. Melakukan pengamatan, tidak ada masalah yang berarti, wajar untuk ditempati. Hanya beberapa yg kurang berkenan kran dapur tidak bisa mati (bocor), Fasilitas Water hitter 2pc tidak ada tabung (belum bisa digunakan dan rupanya harus beli sendiri). Buffet yg diberikan kondisi kaca pecah dan sudah sepengetahuan dibuang. Okelah itu dalam pikiran rupanya fasilitasnya sangat terbatas.

4 Agustus 2013
Datang lagi untuk merancang meuble yg akan dipakai, masuk kamar utama, Almari 3 pintu yg difasilitaskan rupanya dibelakangnya banyak rayap dan kondisi lembab, terlihat kontras cat tembok dibelakang almari.
Kondisi tersembunyi tembok yg lembab, banyak rayap, almari bagian bawah posisi banyak rayap dan kayu mulai lapuk.
Telp Pemilik rumah, menanyakan perbaikan dan biaya, menyatakan yg memperbaiki adalah penyewa.
kecewa.
stres, sedih tidak ketulungan, rupanya pemilik menyewakan tujuannya memperbaiki rumah dia, padahal tujuan penyewa mendapatkan fasilitas dari rumah yg disewa.
Biaya pengeluaran sewa rumahnya saja  4jt / bln bukan kelas pedagang asongan seharusnya fasilitasnya ..........weleh-weleh......

5 Agustus 2013
Meminta solusi kekeluargaan untuk melakukan pembatalan krn  kecewa dan posisi adanya ketidakterusterangan/jujur dalam menyatakan bahwa rumah tidak berayap. Namun this day diketahui cat kusen itu juga karena rayap dan diganti, sayangnya mereka kelupaan untuk membersihkan yg bagian belakang almari, jadi ketahuan bohong.
Cukup kecewa, menekankan kondisi sdh ttd perjanjian notaris, yg ada bunyinya hangus uang yg sdh disetorkan.
Merasa diperdaya, membaca artikel, perlindungan konsumen, dapatkah kasus ini diajukan sebagai kondisi konsumen yg tidak terlindungi hak nya dalam membeli barang/jasa?
Dapatkah perjanjian notaris tsb batal demi hukum dikarenakan adanya ketidakterusterangan?

Konfirmasi dengan notaris, mulanya juga menekankan bahwa apa yg menjadi hak dan kewajiban itu kesepakatan kedua belah pihak, dia tidak ikut campur. Karena kondisi keadaan sdh disepakati.
Apakah benar, sewa menyewa rumah, sebelum tanda tangan kontrak harus memeriksa dengan teliti barang-barang? bagaimana jika kondisi ada kemampetan wc, saluran air bocor, yg umumnya diketahui dari minggu-minggu pertama tinggal? Benarkah sewa - menyewa itu tidak bergaransi jika tidak tertulis?
Dinyatakan pula, contoh pengikatan beli dg ukuran tanah semisal 200m2, dikemudian hari diketahui hanya 160m2, perjanjian tetap jalan dan tidak bisa digugat, benarkah demikian aturan hukum di Indonesia?
Dari perbincangan lebar, pihak notaris memberikan saran untuk berbincang dg pihak pemilik sendiri untuk meminta perbaikan tembok yg rusak dan almari yg rusak karena rayap, kalau untuk menservice anti rayap, akan disarankan ke pemilik. Kalau masalah batal ya minta solusi saja supaya diperingan dendanya.

Di Kepala ini ada 2 pilihan,
kondisi yg "merasa tidak mendapatkan keterangan yang jujur mengakibatkan membuat keputusan yang salah - menyewa yg tidak diinginkan dan tidak lagi menginginkan lokasi tsb" menerima konsekuensi batal dengan target sebanyak-banyaknya 5jt (sama dengan kondisi waktu DP).
pilihan kedua jika tidak bisa kekeluargaan, dan menekankan perjanjian yg disepakati, maka pilihannya ya meminta perbaikan rumah selayaknya untuk ditinggali meliputi :
- kamar utama tembok dibersihkan rayap dan lembabnya sehingga layak huni tanpa kuatir masalah kesehatan.
- almari 3 pintu yg dijadikan fasilitas diganti
- kran air didapur yg rusak diganti (krn tidak bisa berhenti mengucur)
- fasilitas water hitter diminta dikasih tabung gas agar bisa digunakan. (mungkin masih bisa dibantah).
- kamera cctv 1 --> posisi yg tidak menyala, tdk ada decorder --> tidak dipahami kenapa menjadi stok yg harus dirawat.

Akhir dari cerita ini, Penyewa diwajibkan bayar 7jt (2jt bayar notaris + 5jt kerugian Pemilik) ow ow ow........
Pada waktu Penandatanganan pembatalan sewa, posisi almari sudah dikembalikan ke posisi semula, menutupi dinding yang berayap + lembab dan belum dicat. Rupanya kunci rumah yg diserahkan tidak semua karena bisa masuk tanpa ijin.
Terima kasih ku, Pemilik tidak memaksa Penyewa harus menyewa rumah yg sdh tidak nyaman ditempati.
Doaku, Pemilik dg Notaris tidak menjadikan pengalaman ini menjadikan kesempatan membuat pola baru untuk "menipu". Barang harga juta-an aja ada garansi. Bgmn ini Sewa bernilai puluhan juta, weleh weleh...........
Notaris bisa bicara tidak mengerti, kondisi rumah diketahui kedua belah pihak dan dia tidak turut campur. Pada surat pembatalanpun berisi kata-kata yg masih memihak pemilik, bahwa pembatalan ini pemilik tdk berhak dituntut apapun dan tidak mau mencantumkan isi Rp yg diambil oleh Pemilik.
Baru tahu juga, Akibat perjanjian yg berat sebelah itu aja menjadikan Pemilik bisa semaunya menentukan tarif, lha biaya perjanjian yang memihak pemilik harus dibayar oleh penyewa semua penyewa yg tidak jadi menyewa dimana terdapat kondisi yang cacat tersembunyi (dalam hitungan 3hr ! setelah ttd Perjanjian, keluhannya !)
Hehehe....... barang elektronik yg kita beli aja klu ada cacat ada garansi, di luar negeri aja garansi sdh dipakai aja bisa dikembalikan uang full.

Bagi pembaca, ini pelajaran yg mahal bagi saya, saya bagikan, agar yg niat kotor bisa melakukan hal yang sama (hihihi yang ini gurau ya, sakit hati sih... hehehe), bagi yg niatnya baik, lebih berhati-hati, alangkah baiknya walaupun menginginkan, mintalah ijin chek benar-benar, DP pun tunggu keesokan harinya. Jika diambil orang, pasrahkan pada Tuhan anggap belum jodoh.

Menyewa ada beberapa kondisi, pastikan Anda sewa sesuai kebutuhan dan yg ditawarkan.



Pelajaran yg dapat dipetik :
1. Teliti sebelum membeli, jangan mudah percaya walau itu dari omongan.
2. Notaris yg ditimbulkan dari satu pihak belum tentu bisa netral 100%.
3. Pengalaman 7th sewa 4x perjanjian tanpa notaris, Pemilik sangat menservice apa-apa yg kita keluhkan. Pakai Notaris dengan itikat sama baiknya, rupanya menjadikan Pemilik berkuasa untuk menekankan TTD perjanjian ketimbang menservice Penyewa.
4. Bahwa baru ada maksud dibalik tujuan menyewakan, Pemilik rumah menyewakan dengan itikat agar penyewa memperbaiki rumah, dan harga sewa tidak termasuk didalamnya.
5. Jika menemukan ciri-ciri rumah dirapikan sebagian, sebagian tidak, percayalah bukan karena kekurangan dana, tapi karena memang ada maksud lain.
6. Jika menemukan ciri-ciri meminta DP segera, yakinilah ada tujuan keuntungan sendiri, bukan untuk kedua belah pihak saling untung.

Harga pelajaran hidup seringkali mahal. Nikmati saja........ ini game baru .......... sungguh-sungguh pasti naik level !

KARAKTER KEHIDUPAN



Oya.... lanjutan yg indah,

tgl.7 Oktober 2013 saya sdh perjanjian dan menempati rumah sewa yang bagus,
untuk tempat...... kurang lebih sama strategis, karena di sini juga sunter (lingkungan nyaman berkelas), yg buruk kemarin juga sunter (lingkungan dekat mall sunter).
harga sewa lebih mahal, dulu 47,5jt /th, sekarang 60jt/th

harga 47,5jt  sebulan 4jt :
penawaran tempat yg buruk kemarin : 1 kamar utama, diatas ada 3 kamar yg seadanya, ac 2 dengan watter hitter tanpa tabung gas (2 tabung gas jika beli ya tambah 400rb lagi jika pakai yg 3kg), kamar mandi 3, rumah standar, banjir kena, hanya difasilitasi 1 almari dan buffet yang hancur kena rayap (seharusnya ini bukan fasilitas tapi titip simpan barang yg tidak layak), lt.3 ruang cuci baju seukuran 2m saja dan ada tandon, (kost aja harga 1jt/bln fasilitas sdh lengkap dan kondisi baik).


harga 60jt sebulan 5jt :
penawaran yg akhirnya aku tinggali sekarang : 2 kamar di lt.2 dengan kondisi bagus kamar full furnish (ada 2 spring bed ukuran 160m2), tak perlu biaya almari, kamar utama kamar mandi standar hotel bintang 2 apa 3, setting watter hitter untuk shower juga wastafel, baik di dalam kamar maupun di luar kamar .... bagus lah..........
2 kamar di lt.3 dengan 1 kamar mandi standar, ventilasi memadai, gorden lengkap dan kondisi bagus.......
kamar mandi total 4..., lt.1, lt.2, lt.3
lt.2 dan lt.3 ada balkon yg luas, ada tanaman jeruk, jambu, mangga, hanya tidak terawat, yg masih bertahan hidup jeruk, jadi aku tambahi tanaman2 lain,
rumah baru, minimalis, AC ada 3, ruang tidur lt.2 ada 2. di bawah ada ruang tamu disertai buffet dan meja kursi yang bagus juga, kitchen set baru dan bagus  kompor gas tersedia yg 4 tungku, rumah tercat bersih semua rapi dan tidak separuh2.
terutama, menggunakan pihak ke-3 broker......., tidak ada pemaksaan DP.......... disuruh mikir dulu........


Tuhan masih menyertai, kegagalan tertipu 7jt, dapat kembali dengan fasilitas sewa yang jauh sekali..........

percaya 1 hal, jika hendak menyewa 1 rumah,
kenali pemilik..........
cari pemilik yg kaya, yang memiliki kesombongan sehingga menyerahkan kepada broker setiap urusan, pastikan jika dapat harga pantas, memang pantas
Pihak ke-3 yang memiliki naungan profesional (diakui perusahaannya) seringkali lebih membantu jalan tengah yang sama-sama win, pastinya tidak berat sebelah spt notaris.
bagi saya Notaris baikpun bisa dibeli, dikarenakan tugas mereka semata-mata melayani pembeli, semoga masih banyak Notaris baik yang tidak menjual namun memang perantara hukum.

Jika broker, mereka menjual jasa mempertemukan pembeli dan penjual, selama ini saya selalu bertemu broker yang bagus, pengalaman dengan pemilik langsung malah bukan bagus yg saya dapatkan.
Memakai broker lebih membuat kita hati-hati dan berfikir jernih.
Bertemu langsung pemilik psikologis bisa terpengaruhi untuk bersikap sungkan, sehingga transaksi menjadi transaksi emosional.

Hehehe tanpa ada maksud promosi broker, krn secara umum pakai broker sdh pasti bagi-bagi bayaran.

Jadi ini hanyalah untuk menambah wawasan saja, karena sikap dan sifat orang tidak tergantung jabatan yg disandang.

Salam Ceria,