Laman

Sabtu, 14 September 2013

Alasan seringkali bukan keadaan sebenarnya

Beberapa orang meyakini:
" Tanyakan yang jelas, jangan beropini!"
Beberapa orang meyakini:
"Perhatikan bahasa tubuhnya, history perilaku, karena setiap orang berpotensi beralibi"

"Maaf Bu, Saya harus pulang kampung, mau menjaga Ibu."
Dalam kondisi rekan kerja, satu kos lagi, telah keluar kerja, apakah ini alasan yang utama?
Jika ingin pertahankan, pertahankan, tawarkan kenyamanan (materi) sebagai pembanding kenyamanan (hati) yg terganggu.

"Maaf Pak, Saya harus mengurus rumah, Suami melarang saya bekerja."
Dalam kondisi sebelumnya mengeluhkan pulang kerja malam, pekerjaan tidak ada habis-habisnya.

"Maaf Bu, Saya tidak boleh ke luar kota oleh Ibu saya"
Perhatikan semangat kerjanya, apakah selama ini adalah orang yg mandiri?
Jika memang tidak mandiri, mengapa dipaksa?
Jika memang perlu, berikan tantangan dengan menghidangkan tanggung jawab dan kebutuhan perusahaan. Jika menolak, pastikan bukan saat yg tepat memberikan kepercayaan.

"Maaf, Saya lagi sibuk. Tidak tahu apakah ada waktu."
Pastikan yg menjawab tidak tertarik membuat janji dengan Anda!


"Pak, Saya butuh kenaikan gaji karena keperluan keluarga makin meningkat" Jawaban:
"Kondisi Perusahaan lagi sulit" 

"Kamu belum selesaikan ini, itu, yg semangat kerja, agar gaji bisa naik"
"Kenapa banyak kesalahan? Kenapa lambat laporan-laporannya?"


Pastikan Atasan Anda belum tertarik memberikan kenaikan gaji pada Anda!


Salam Ceria,
Triviena